Title: Dark Side of My School (Part 4+Epilog)
Author: Jung Ji-Hyun
Cast/Protagonis:
Choi Siwon Super Junior
Choi Seung Hyun Big Bang
Choi Soo Young SNSD as leader
Choi Minho SHINee
Choi Jinri a.k.a Sulli f(x)
Cast/Antagonis:
Cho Kyu Hyun Super Junior as leader
Kim Tae Yeon SNSD
Park Jung Soo a.k.a Leeteuk Super Junior
Seonsaengim’s (Kim/math, Song/chemistry, Han/P. E.)
Genre: AU, School Life, Horror, Thriller, and more
Length: Chapter
Ide gila Soo Young mengorbankan dirinya membuat semua saudaranya cemas. Semua saudaranya—mulai Siwon yang paling bijak, Seung Hyun yang troublemaker, Minho yang suka berdebat dengannya, hingga Sulli yang baik dan kalem—segera menyusulnya, namun terhalang oleh ‘pasukan-pasukan’ Kyu Hyun. Pertarungan pun tak terelakkan. Di akhir pertarungan mereka, KyuYoung bertarung, menentukan siapa yang menang. Semuanya menyisakan akhir yang tidak dapat diduga oleh kedua belah pihak. Akankah Soo Young berhasil mengalahkan Kyu Hyun? Bisakah Kyu Hyun menangkal keganasan Soo Young? Siapakah yang akan menang?
***
Part 4
“Di mana tempatnya?” tanya Siwon sambil memasukkan ponselnya ke dalam saku. Baru saja ia menghubungi polisi.
“Di dekat sekolah. Ada sebuah rumah yang kelihatannya biasa-biasa saja, namun sebetulnya dalamnya sangat menyeramkan,” jelas Jinri.
“Bagaimana Syoung bisa tahu tempat itu?” tanya Seung Hyun tidak mengerti.
“Namanya juga Soo Young, pasti banyak akal,” sahut Minho. “Bukan tidak mungkin ia mengikuti mereka.”
“Argh.” Seung Hyun mengepalkan tangannya. “Siapapun yang berani macam-macam dengannya akan merasakan akibatnya. Kita masukkan ke dalam penjara paling dalam!”
“Tepatnya, polisi yang akan memasukkan mereka,” ralat Minho dengan gaya ‘sweat drop’ (versi anime/manganya).
“Pokoknya kita hajar mereka!” ujar Seung Hyun emosi. “Jinri, tunjukkan jalannya!”
“N-ne, Oppa.”
***
Soo Young menatap Kyu Hyun yang sedang memandang kota Seoul dari atas balkon. Mereka sedang berada di lantai yang sangat tinggi. Jika ada yang bunuh diri dari sini, ia akan langsung sukses kecuali kalau ia benar-benar tahan banting.
“Sepertinya anak buah-anak buah kita belum ada yang siap,” ujar Kyu Hyun tanpa menoleh.
Soo Young mengangguk. Menyadari Kyu tidak bisa melihatnya, ia langsung mengiyakan, “Ye.”
Hening beberapa lama.
“Soo, kau ingat kalau kita pernah mau mengikat janji di sini?” tanya Kyu Hyun memecah keheningan.
“Aku tidak akan melupakannya,” jawab Soo Young sambil mendekat beberapa langkah ke arah Kyu Hyun.
“Dan apa kita masih mau melakukannya?” tanya Kyu Hyun penuh harap. Kini ia sudah berbalik dan menghadap ke arah Soo Young.
“Molla, Oppa.” Soo Young mengangkat bahu. “Kurasa kitta lihat saja apa kita benar-benar diizinkan untuk itu.”
“Kau semakin dewasa saja, Soo. Dan semakin alim.”
“Dari dulu memang begitu, Oppa. Sudah berusaha menolong orang lain, namun banyak yang kerap kali salah menginterpretasikannya sebagai tindakan yang tidak patut. Bercanda selalu dianggap serius. Bahkan Seung Hyun kerap kali dianggap lebih baik dariku.”
Kyu Hyun menyeringai evil. “Kau benar-benar yeoja impianku, Soo.”
“Dan kau, apa alasanmu untuk semua ini?”
“Aku hanya ingin menunjukkan padamu bahwa aku hanya menginginkanmu.”
Namja satu ini benar-benar romantis. Sayangnya kadang keromantisannya dinyatakan lewat tindakan-tindakan kejinya. Sebetulnya Kyu Hyun adalah seorang yang sangat baik, hanya masa kecilnya sering kena bully oleh semua orang, persis Soo Young. Anehnya, keduanya bertumbuh menjadi dua pribadi yang berbeda walaupun sama-sama dianggap evil oleh banyak orang.
“Soo, bisakah kauberi satu kesempatan lagi?” pinta Kyu Hyun.
“Jangan tanya aku, Kyu. Aku bukan Tuhan yang bisa memberi keputusan terhadap umat-umatnya.”
“Kalaupun kau dapat memilih?”
Soo Young terdiam. “Kau akan segera mengetahuinya. Tidak seru kalau kau harus tahu sekarang.”
“Jadi, ini semacam kejutan?” tanya Kyu Hyun.
Soo Young mengangguk.
***
Mereka sampai di bangunan yang dimaksud oleh Jinri.
“Wah, memang sangat menipu, ya,” ujar Seung Hyun.
“Kukira ini kantor yayasannya,” tambah Minho. “Atau mungkin rumah namjachingunya Soo-nee.”
Kemudian keluarlah seseorang dari balik pintu.
“Kim Tae Yeon!” seru Siwon geram. “Mana Soo Young?”
“Ya! Tenang dulu. Ada pesan dari KyuYoung.”
Seung Hyun langsung cemberut begitu mendengar kata “KyuYoung”.
“Kalian semua—yang kami anggap sebagai anak buah Soo Young …”
“Anak buah?!” tanya Minho tidak terima.
“Oke, oke. Saudara-saudara Soo Young,” ralat Tae Yeon emosi.
“Kamis semua kenapa?!” tanya Seung Hyun tidak sabaran.
“Kalian semua harus melawan kami, pasukan-pasukan Kyu Hyun Oppa. Nanti ujungnya kita semua akan melihat siapa yang terbaik.”
“Siapa jurinya? Kapan?” tanya Minho.
“Malam ini, jam sembilan, di tengah kota,” jelas Tae Yeon sambil tersenyum miring. “Oh, dan bukan juri yang menentukan pemenangnya, melainkan KyuYoung.”
“Maksudmu?” tanya Siwon tak mengerti.
“Sudahlah, pokoknya persiapkan diri kalian. Kami bukan lawan yang ringan, lho. Sampai ketemu nanti malam.”
Tae Yeon kembali masuk.
“Apa yang harus kita lakukan, Oppa?” tanya Jinri lirih.
“Kita … buat janji dengan polisi untuk berjaga-jaga sambil bersembunyi,” jelas Siwon gemetar.
“Apa yang bisa kita lakukan sekarang?” tanya Seung Hyun.
“Kita siapkan senjata kita masing-masing, tentunya,” jelas Siwon. “Apapun senjatanya.”
“Kapan Yuri—dan Jinki bisa kita selamatkan?” tanya Minho tak sabaran.
“Sekarang bagaimana?” usul Jinri. “Aku tahu persis di mana mereka disekap.”
“Geurae, kita selamatkan mereka,” putus Seung Hyun sok berwibawa.
***
“Ada dua orang penjaga di sana,” bisik Jinri yang sedang mengintai. “Keduanya adalah pacar Tae Yeon, Jung Soo, dan Han seonsaengnim, guru olahraga SMP.”
“Tahu dari mana?” tanya Seung Hyun.
“Cerita Soo Young Oneechan untuk berhati-hati terhadap guru olahraga menjengkelkan itu,” jelas Jinri.
“Oke, bagaimana menumbangkan keduanya?” tanya Minho.
Semuanya terdiam.
“Soo Young pernah mengajariku cara yang agak efektif,” kata Seung Hyun akhirnya. Kemudian ia mendongak. “Jendela.”
Minho menghembuskan napas panjang. “Aku merindukan kehadiran troublemaker itu di sini.”
“Sama,” jawab Siwon.
“Tapi, ayo. Ada yang harus kita selamatkan.”
Mereka pun berusaha masuk lewat jendela secara diam-diam. Akhirnya mereka pun berhasil menemukan tempat Yuri dan Jinki disekap, setelah memeriksa sekian ruangan.
“Yuri,” kata Minho lirik sambil memeluk tubuh yeojachingunya yang sudah sangat lemah itu. “Gwaenchanayo?”
“Lihat dong kondisinya!” ucap Seung Hyun tak suka dengan adegan berpelukan mereka.
“Mian, aku terlambat,” lanjut Minho tanpa memedulikan cemoohan saudaranya.
Kemudian ada yang membanting pintu.
“Penyu—”
Belum menyelesaikan kata-katanya, Siwon sudah membekapnya, kemudian Seung Hyun menendangnya jauh-jauh.
“Song seonsaengnim,” ujar Jinri. “Dia guru kimia yang kata Soo Young sangat tidak menyenangkan cara mengajarnya.”
Seung Hyun menghembuskan napas kesal. “Kajja, kita bebaskan Jinki dan Yuri lalu segera pergi dari sini.”
***
Yesung sudah bisa keluar rumah sakit. Tentu saja itu berita yang sangat menggembirakan. Sementara Taemin masih menjalani masa pemulihan. Jinri sedang menjaganya dengan penuh kesabaran. Sesekali ia membantu mengambilkan barang yang diperlukan Taemin, sementara Taemin sedang menyimak kisah yang menimpa keluarga Choi.
“Sekarang bagaimana keadaan mereka?” tanya Taemin penasaran.
“Masih dirawat. Syukurlah mereka hanya lemas. Tidak ada bekas luka maupun siksaan.”
Taemin mengangguk-angguk. “Hwaiting, ya, Sulli.”
“Oppa …,” lirih Jinri. “Aku hanya bisa merepotkan semuanya.”
“Kau pasti bisa melakukan sesuatu.” Taemin tersenyum tulus. “Tanpamu, mungkin aku sudah bosan di rumah sakit.”
“G-gomaweo, Oppa.”
Kemudian seorang dokter masuk.
“Nona Choi Yuri sudah bisa keluar besok,” jelas sang dokter sambil tersenyum. “Tuan Lee Jinki sudah bisa keluar rumah sakit hari ini.”
“Ne, gomapseumnida, dokter,” ucap Minho sambil membungkuk sembilan puluh derajat.
“Saya permisi dulu, ya.”
“Ne.”
Siwon tertawa kecil. “Choi Yuri?”
Minho menghembuskan napas panjang. “Mempermudah proses administrasi.”
“Dasar. Kecil-kecil sudah genit.”
Minho menggembungkan pipinya kesal. “Hei, kita tidak bersiap-siap? Sudah jam enam, lho!”
“Mudah sekali mengalihkan topik pembicaraan,” gerutu Siwon. “Ya sudah, ayo kita pergi. Jinri, kau tetap tinggal, ya?”
“Oppa, jam besuk sudah berakhir,” kata Jinri.
“Benar juga. Jangan membahayakan dirimu ya, tapi.”
“Ne, Oppa.” Jinri kembali menghadap ke arah Taemin. “Aku pergi dulu, Taemin. Jaga dirimu baik-baik, ya.”
“Ye, Sulliya.”
21:00 KST
Pusat Kota Seoul
Kedua belah pihak sudah siap untuk berperang. Beginilah formasi seharusnya, jika tidak terjadi pergantian posisi:
Siwon vs. Leeteuk
Seung Hyun vs. Song seonsaengnim
Minho vs. Han seonsaengnim
Jinri vs. Kim seonsaengnim
Tae Yeon akan menjadi cadangan sekaligus salah satu saksi mata pertarungan itu.
Ia mengarahkan bidikan pistolnya ke atas, lalu menembakkan sebutir peluru.
Seung Hyun hampir terkena tendangan Song, namun ia cukup cepat menghindar. Semuanya berkat latihan ditendang Soo Young terus-terusan. Sementara Siwon berhasil menjatuhkan Leeteuk dengan tinju-tinjunya. Minho dan Han bersaing dengan ketat. Untungnya Minho jago basket. Jadi ia sudah terbiasa jatuh-jatuh seperti sekarang ini.
“Minho, tangkap!” seru Siwon sambil melempar sesuatu.
Minho menangkapnya. Pecahan benda tajam. Ketika mendongak Han sudah sangat dekat dengannya. Ia segera menusuk dada Han bagian kiri (daerah jantung). Han sempat meringis kesakitan hingga jatuh tersungkur.
Sekarang Minho akan membantu Siwon.
Leeteuk sudah bangkit. Kali ini ada satu tinju yang mendarat di pipi kanan Siwon, terbukti dari warna ungu lebam yang menyemburat di daerah itu.
Minho menendang Leeteuk jauh-jauh.
“Rasakan ini!” seru Tae Yeon sambil memukulkan sebilah tongkat pada Minho.
Minho berhasil menangkap tongkatnya dan membanting Tae Yeon ke depan.
“Gotcha!”
Seung Hyun dan Song masih bersaing sengit. Sekarang, luka dan lebam sudah banyak terdapat pada keduanya.
“Bukannya MKKB—Masa Kecil Kurang Bahagia, ya, tapi aku memang suka main kelereng,” kata Seung Hyun sambil membuka sebuah kantong berisi kelereng. Otomatis Song yang sedang berlari ke arahnya terngelincir karena kelereng-kelereng tersebut.
“Nice work, bro,” ucap Minho sok keren dengan bahasa Inggris.
Kemudian hanya tersisa Jinri dan Kim.
“Ternyata, yeodongsaeng Soo Young yang kelihatannya baik-baik ternyata seorang macan yang lemah,” ledek Kim.
Jinri hanya diam. Luka di tubuhnya sudah banyak, walaupun sebetulnya tidak ada yang parah. Ia jadi menyesal karena tidak pernah bisa tahan olahraga lebih dari sepuluh menit.
“Tapi tak apa, sekarang kita akan melihat siapa yang menang.” Kim tersenyum miring.
Di sebuah taman, muncullah dua orang yang akan menentukan siapa yang menang. Kyu Hyun dan Soo Young.
“Mwo? Masih sempat pacaran?” tanya Seung Hyun emosi.
“Bukan pacaran, babo,” ujar Tae Yeon ngos-ngosan. “Mereka akan bertarung. Yang kalah harus menyerah pada yang menang.”
“Kenapa kalian melakukan semua ini?” tanya Minho.
“Ah, hanya senang-senang saja,” jelas Leeteuk. “Kyu Hyun hanya tidak tahan melihat kalian selalu salah menginterpretasikan Soo Young. Dia sebetulnya sangat baik, hanya saja dalam menyatakan kebaikannya selalu dengan cara yang tidak wajar. Kalian sangat, sangat, sangat beruntung Soo Young masih mau membela kalian. Kalau ia kalah, kalian menjadi tawanan kami selamanya, sementara Soo Young akan kami bebaskan.”
“Jadi, kalian pikir kami pernah menyakiti Suyon?” tanya Seung Hyun emosi.
“Syoung-nee itu jujur. Dia tidak akan menyembunyikan rasa sakitnya dari kami!” timpal Minho.
“Bukan jujur, tapi baik. Dia bahkan tidak mau menunjukkannya di hadapan kalian!” ralat Tae Yeon. “Sudahlah, sebaiknya kita lihat siapa yang akan menang.”
Di sisi KyuYoung …
“Sampai kapan kau mau membela saudara-saudaramu yang sudah menyiksamu itu terus, Youngie?” tanya Kyu Hyun prihatin.
“Sampai mati pun akan kulakukan,” balas Soo Young. “Mereka adalah saudaraku, Kyu. Aku benci ketidakadilan. Kalaupun mereka mencemoohmu, aku toh selalu membalas mereka.”
“Memang.” Kyu Hyun tersenyum miris. “Karena itu, lupakan saja mereka, Soo. Dan ikutlah bersamaku untuk selamanya. Kita akan menjadi evil prince and princess.”
“Hmm, iya (tidak) arigatou, Kyu. Sudah kubilang semuanya harus impas di mataku. Ayo kita bertarung, Kyu. Anggaplah aku musuhmu yang paling kejam, yang sudah membunuh playstationmu tersayang.”
“Kalaupun kau merusakkannya, aku tidak akan bisa marah pada yeojachinguku tersayang, Soo,” balas Kyu Hyun dengan nada yang … biasanya selalu membuat Soo Young deg-degan. Namun kali ini tidak mempan sama sekali.
“Kyu, anggaplah aku Soo Young yang lain, yang sudah membunuh Soo yang asli.”
Soo Young menjadi emosi. Ia mengepalkan kedua tangannya. “Kajja. Kita bertarung.”
Kyu Hyun menghembuskan napas panjang. “Kajja.”
Pertarungan pun dimulai. Keduanya impas. Setiap kali Kyu menendang kaki Soo, Soo akan meninju tangan Kyu. Intinya, sama-sama menyerang, sama-sama menghindar.
Sekian lama kemudian, keduanya sudah babak belur. Napas mereka sudah tersengal-sengal. Baik Kyu maupun Soo sebetulnya tidak rela melukai satu sama lain.
Soo akhirnya menusukkan sebuah benda tajam di dada Kyu. Bersamaan dengan itu Kyu Hyun menyuntikkan sesuatu ke dalam tubuh Soo Young.
Kyu Hyun meringis sambil memegangi dadanya
Dari mata Soo Young keluar titik-titik air mata. Kemudian, iapun ikut rubuh bersama dengan Kyu Hyun. Tepatnya, ia jatuh di atas Kyu Hyun.
Polisi-polisi yang bersembunyi segera menangkap mereka yang melawan anggota keluarga Choi.
Tiffany berseru-seru sambil memanggil nama namjachingunya, Minho, dan Jinri. Ia mendorong kursi roda Taemin, sementara di sebelahnya Yuri sedang mengenakan tongkat untuk membantunya berjalan.
Siwon pun segera menghampiri Tiffany yang langsung menangis dalam pelukannya. “Siwon, syukurlah kau selamat,” katanya dalam bahasa Inggris.
Hal yang sama kurang lebih dilakukan Minho dan Jinri. Sementara Seung Hyun hanya bisa berdiri mematung memandang mereka.
Merekapun berlari ke arah Soo Young dan Kyu Hyun yang tak sadarkan diri.
Pasukan-pasukan Kyu Hyun juga ikut menghampiri atasan mereka.
Mereka semua terisak melihat pemandangan di depan mereka. Mirip Romeo dan Juliet.
Epilog
Empat tahun kemudian…
Anak buah-anak buah Kyu Hyun telah dibebaskan dari penjara. Mereka kini rajin mengunjungi makam Kyu Hyun dan Soo Young bersama saudara-saudara Soo Young. Mereka kini akrab seperti sahabat, atau bahkan seperti kelurga.
“Seung Hyun, omong-omong kenapa kau dulu suka dengan Soo Young?” tanya Tae Yeon.
“Aku hanya suka dengannya sebagai sepupu, kok.” Seung Hyun tersenyum. “Aku senang kalau Soo bisa bahagia dengan namja pilihannya. Siapapun itu.”
“Lalu, kenapa kau tidak mencari seorang yeojachingu?” tanya Minho.
“Kurasa belum ada yang seperti Soo Young. Usil dan menyenangkan.”
Hening.
“Kenapa wajah kalian sendu terus belakangan ini?”
Semuanya menoleh. Ternyata Kyu Hyun! Di sebelahnya juga ada Soo Young!
“Tidak pernah diajar tersenyum dengan benar, heh?” ledek Soo Young.
“Oneechan!” seru Jinri sambil berlari dan memeluk eonninya itu.
“Bagaimana empat tahun tanpa kami dan ke-evil-an kami?” tanya Soo Young.
“Sepi sekali,” jawab Minho. “Jadi katakan, bagaimana caramu keluar dari liang kubur?”
“Yang di liang kubur bukan kami,” jelas Kyu Hyun sambil menyeringai evil. “Kami meminta dokter memalsukan kematian kami. Itu saja. Waktu itu Soo Young hanya terkena sedikit racun, namun sebagian besar cairan dalam suntikan itu adalah obat bius.”
“Aigo. Waktu itu kejadiannya terlalu mendramatisir sampai-sampai kami lupa kalau kalian adalah evil prince and princess yang sanggup melakukan apa saja.” Seung Hyun menyeringai.
“Hoho, itulah KyuYoung,” jelas Soo Young.
Sewaktu pulang
“Soo, jadi bagaimana dengan yang kita bicarakan empat tahun lalu itu?” tanya Kyu Hyun jahil.
“Kurasa bisa, Oppa.” Soo Young tersenyum tulus. Kemudian ia menunduk, namun masih tersenyum.
“Haha, gomaweo, Youngie.” Kyu Hyun memasukkan kedua tangannya dalam saku. Ia menatap ke arah langit biru selama beberapa lama, kemudian menatap ke arah Soo Young.
Merasa diperhatikan, Soo Young menoleh. “Mwo?”
“Ikut aku ke Jepang ya setelah ini, kau akan kuperkenalkan pada orangtuaku.”
“Geurae.”
“Saranghae, Soo.”
“Nado, Kyu.”
END

Wow!
Fivetastic Baby! ^o^ XD
Author ini ff sumpah keren..
Aku kira KyuYoung bener” meninggal, eh ternyata bohongan.. Sumpah aku aja sampek galau sendiri..
Nice ff ^^
namanya juga evil couple XD ada aja idenya buat bikin orang lain gemes ><
jeongmal gomaweo udah baca n komen ya
Pingback: Dark Side of My School (DSOMS) Chapters List | Jung Ji-Hyun 75
Ya ampun dasar evil couple ada aja ulahnya. Daebakk ceritanya aku suka. Di tunggu ff kyuyoung yg lain nya.
Oke, chingu, mau thriller sama horror lagi nggak?
AU atau nggak?
td tk kira benera mati eh ternyata g. mank dech evil couple
Mereka memang couple yang serasi banget ya ^^ kompak evil-nya
Lain kali thriller lagi ya
*pesananku ganti yang ini aja*
Ada MinYulnya tapi jangan cuma KyuYoung
Plus JongSica en YoonHae ya
MinYul KyuYoung YoonHae en JongSica ya