Aishiteru… Chapter 1

Aishiteru...

Title: Aishiteru… Chapter 1

 

Sequel of Dark Side of My School

 

Sub-title: KyuYoung’s Wedding Plan

 

Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra

 

Main Cast:

-Cho Kyu Hyun

-Choi Soo Young

-Han Jung Sik (OC)

-Kim/Han Yeji (OC)

 

Other Cast/Cameo:

-Choi/Lee Jinri & Lee Taemin

 

Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life

 

Length: Chapter

 

Sequel of Dark Side of My School (DSOMS)

Flashback bagian terakhir DSOMS bag. epilog:

“Haha, gomaweo, Youngie.” Kyu Hyun memasukkan kedua tangannya dalam saku. Ia menatap ke arah langit biru selama beberapa lama, kemudian menatap ke arah Soo Young.

 

Merasa diperhatikan, SooYoung menoleh. “Mwo?”

 

“Ikut aku ke Jepang ya setelah ini, kau akan kuperkenalkan pada orangtuaku.”

 

“Geurae.”

 

“Saranghae, Soo.”

 

“Nado, Kyu.”

Aishiteru

Kediaman Keluarga Choi, Seoul, Korea Selatan

“MWO???” kaget Minho.

“Ne, aku akan ikut Kyu ke Jepang,” ulang Soo Young sambil menyeringai jahil.

“Gwaenchana, Minhoya, Soo akan mendapat warisan perusahaan keluarga kita cabang Jepang.”

“Wah, pasti menarik!” kata Soo Young bersemangat.

“Kyu mau bekerja sebagai apa nantinya?” tanya Seung Hyun.

“Keluarga Cho mempunyai sebuah perusahaan yang lumayan di Jepang, seperti kita. Namun hanya ada satu. Dia akan menggantikan ayahnya sebagai direktur juga,” jelas Soo Young. “Oneechannya, Cho Ahra—kalau tidak salah, lebih memilih tetap menjadi model terkenal di sana. Jadi, aku boleh pergi?”

“Kalau tidak pergi siapa yang mengurus cabang Jepang, heh?” tanya Minho emosi.

Soo Young terkekeh.

“Oke, berarti semuanya sudah mendapatkan bagian masing-masing ya,” kata Siwon lega. “Aku di Amerika Serikat, Soo Young di Jepang, Minho tetap di sini, Jinri di Cina, dan kau, Seung Hyun, di Korea Utara.”

“Hmm, sepertinya Chae Rin akan tertarik. Yang baru itu, ya?” tanya Seung Hyun.

“Ye,” balas Siwon. “Ada pertanyaan?”

“Jadi kau akan mengajak Tiffany ke sana juga?” tanya Minho.

“Pastinya. Tiffany lebih nyaman di Amerika.”

“Jinri, kau bisa bertahan di Cina, kan?” tanya Seung Hyun.

“Yang aku takutkan bukan itu,” sahut Jinri. “Tapi aku kan tidak bisa apa-apa.”

“Jangan pernah merasa dirimu tidak berguna.” Soo Young menepuk bahu adiknya. “Taemin sangat bersyukur kau orangnya begitu kalem dan penyabar sehingga mampu merawatnya selama jam besuk rumah sakit. Lalu, karena kekalemanmu itu tim Kyu Hyun sampai tidak tega melukaimu. Minimal, kau bisa melindungi dirimu sendiri, kan?”

Jinri tersenyum datar. “Arigatou, Oneechan.”

“Wah, ternyata troublemaker sepertimu bisa mengatakan hal semacam itu juga, ya,” kata Seung Hyun menyindir.

“Gomaweo,” balas Soo Young.

Aishiteru

Tokyo, Jepang

 

Satu tahun kemudian

 

CHOISooYoung

Bahkan sebelum Appa meninggal, ia sudah menyerahkan bagian warisan kami masing-masing. Okaasan juga. Dia senang akulah yang akan menggantikan posisinya di Jepang. Dulu ia sempat sedih sekali waktu mendengar aku sudah mati, namun akhirnya toh aku muncul lagi. Ia langsung senang, bukannya kesal karena sudah dikerjai. Aku teringat ucapan Okaasan setahun lalu.

“Kau akan menikah dengan siapa?” tanya Okaasan.

 

“Kyu Hyun. Cho Kyu Hyun. Dia akan menggantikan otousannya menjadi direktur perusahaan penerbitan koran, tabloid, dan majalah bulanan yang lumayan besar di sini.”

 

“Oh. Oneechannya model?”

 

“Ya. Cho Ahra kalau tidak salah.”

 

“Wah, bagaimana dengan yang lainnya?

 

“Siwon sudah menikah dengan Fany, Minho dengan Yuri, Jinri dengan Taemin, dan Seung Hyun sudah menikah dengan Chae Rin.”

 


“Wah, wah, cepat-cepat menikah beri Okaasan dan Appa cucu, ya,” pinta Okaasan.

 

“Okaasan!” seruku. Pipiku memerah.

Aku tersenyum-senyum sendiri mengingat percakapan memalukan itu.

“Sudah gila, ya?” sindir Kyu Hyun.

Aku mendengus kesal. “Aku teringat ucapan Okaasan.”

“Soal apa?”

“Kami berlima harus segera memberinya cucu!” seruku kesal.

Kyu Hyun malah tertawa. “Kita harus menikah dulu, Soo.”

“Aku tahu. Kita akan menikah dua minggu lagi, kan?”

Ia mengangguk. “Aku sudah bicara dengan teman lamaku yang wedding organizer. Minggu depan sudah selesai semua katanya.”

“Teman lama? Siapa?”

“Oh, namanya Han Hyun Sik. Istrinya bernama asli Kim Yeji. Dia seorang balerina terkenal.”

“Wah. Aku ingin bertemu mereka.”

“Sekarang?”

“Bisa?”

“Tentu saja.”

Aishiteru

“Hyun Sik, Yeji, ini Cho Soo Young,” kata Kyu memperkenalkan diriku. Kemudian ia balik mengenalkan mereka padaku, “Soo, ini Han Hyun Sik dan Kim—Han Yeji.”

Aku membungkuk. “Annyeonghaseyo. Choi Soo Young-imnida.”

“Annyeonghaseyo, Soo Young,” balas mereka sambil tersenyum.

“CHO Soo Young maksudnya,” ralat Kyu sambil menyengir.

“Kita belum menikah, Kyu,” decakku kesal.

“Hahaha, Jagiya, aku berangkat dulu ya ke studio,” pamit Yeji.

“Chotto,” cegahku. “Mau apa ke studio?”

“Bulan depan ada pertunjukan. Muridku dan aku akan ikut serta,” jelas Yeji sambil tersenyum ramah. “Kalian mau ikut?”

“Ne!” seruku girang.

“Wah, Suyona suka balet?” tanya Kyu Hyun heran.

“Sangat suka!” seruku. Memangnya kenapa? Balet kan menyenangkan (kelihatannya). Lagipula juga keren. Sayang, aku tidak bisa split.

“O-oke,” balas Kyu Hyun. “Boleh kami ikut?”

“Bukannya Yeji-chan tadi yang menyarankan?” tanyaku jengkel.

“Ne,” kata Yeji sambil tertawa. “Kami berangkat dulu, Yeobo.”

Hyun Sik mengangguk. Yeah!

“Astaga, kita kompak sekali, Soo,” kata Kyu Hyun waktu di kereta.

“Maksudmu?” tanyaku.

“Aku selalu menangis kalau menonton Swan Lake, Nutcracker, atau Giselle.”

Wow. Kyu Hyun menangis kalau menonton pertunjukan balet?

“Kau bisa saja, Kyu.”

“Serius.”

Aku tertawa. Untung aku tidak separah Kyu Hyun. Tapi setidaknya aku juga tersentuh.

“Kita sampai,” jelas Yeji.

“Wow.” Kami berdua kagum dengan bangunan megah dengan gaya Eropa. Roma? Italia? Prancis? Inggris? Entahlah, sepertinya semuanya dijadikan satu. Kami berjalan masuk dan kagum dengan lukisan-lukisan yang ada. Sepertinya lukisan-lukisan para prima ballerina (aku patut berbangga diri mengetahui istilah ini) Jepang yang sudah meninggal. Ya, memang ada jangka umurnya. Misalnya 1970-1990. Aigo. Dia hanya hidup selama dua puluh tahun! Dia meninggal sewaktu aku lahir.

“Ohayou gozaimasu,” sapa Yeji pada murid-muridnya.

“Ohayou gozaimasu!”

Wah, sepertinya balet itu sangat menyenangkan. Tapi kurasa Eomma bakalan tertawa sampai menangis kalau melihatku mengenakan tutu. Argh.

“Kita ada tamu hari ini. Jadi, pastikan kalian menari dengan baik, mengerti?”

“Mengerti!”

Eomeo, anak-anak ini begitu lucu dan mudah diatur. Mungkinkah berbeda spesies dengan anak-anak yang pernah kutemui di luar gedung ini?

“Kawai,” ucapku pelan sambil tersenyum.

“Tidak semua anak kecil merepotkan, kan?”

Aku menoleh. “Tapi aku bukan babysitter—apalagi okaasan—yang baik, Kyu.”

“Kalau kerepotan kan ada aku?”

Aku tersenyum. “Ah, kau benar.”

Setelah sekian jam latihan semuanya pun bisa pulang.

“Soo-chan, lebih suka ramen atau jajangmyeon?”

“Ramen! Kalau Kyu jajangmyeon.”

“Haha, aku dan Hyuk Sin juga begitu.”

“Oh, ya, di mana Yera?” tanya Kyu Hyun.

“Yera tinggal di dorm sekolahnya.”

“Astaga. Bukannya Yera masih TK?”

“Dia sudah bisa mandiri, Kyu.”

“Yera itu anak kalian, ya?” tanyaku.

Yeji mengangguk. “Anak yang tidak pernah merepotkan kedua orangtuanya.”

“Pasti tidak sulit menjaganya,” gumamku iri. Hei, untuk apa iri? Aku kan belum punya anak satupun.

“Tapi kalau agak merepotkan itu memberikan kesenangan sendiri, lho,” kata Yeji bijak. “Suatu saat kita akan melepaskan mereka dan merindukan mereka.”

“Iya, sih.” Aku mengangkat bahu. “Aku agak ngeri memang waktu okaasanku memintaku—dan saudara-saudaraku—untuk segera memberinya cucu.”

Yeji tertawa. “Tidak semengerikan itu, kok.”

Aku tersenyum kecut mengingat bagaimana berusaha menarik perhatian seorang bayi teman Okaasan dulu. Dia tidak memedulikanku sama sekali. Malahan, dia menangis di pangkuanku. Ia juga memecahkan gelas kesayanganku. Dan masih banyak lagi kejadian-kejadian tak mengenakan ketika aku harus menjaganya selama dua hari. Lebih baik dua ratus tahun melajang daripada dua hari bersama seorang bayi, begitulah prinsipku sejak hari itu.

Aishiteru

Aku kembali ke flatku dan Kyu Hyun.

“Besok kita pergi minum bersama mereka, ya,” kata Kyu Hyun.

“Eh? Oke.”

Aku meregangkan persendianku yang kaku. “Kyu, aku mau ke toko buku dulu, ya.”

“Geurae. Tapi nanti malam aku mau mengajakmu ke suatu restoran yang pasti akan kausuka.”

“Arasseo,” balasku sambil mengambil mantelku dan berjalan ke luar rumah.

Ah, itu dia toko buku yang sudah tidak kukunjungi selama dua tahun. Terakhir kali dua tahun lalu, saat aku yang Kyu Hyun mengerjai semuanya.

Aku menuju deretan novel. Saat aku hendak mengambil sebuah novel, tanganku bersentuhan dengan tangan … Taemin!

“Taem, kejutan yang menyenangkan,” sapaku.

“Oh, annyeonghaseyo, Nuna,” balasnya sambil tersenyum.

“Hei, kenapa kau tersenyum seperti itu?” tanyaku penasaran. “Oh ya, di mana Jinri-chan?”

“Dia melihat-lihat deretan sana,” tunjuk Taemin. “Kau sudah dapat kabar kalau Sulli—maksudku Jinri hamil, kan?”

“NANIKAAAAAAAA???”

“Jadi belum?” tanya Taemin heran. “Padahal Sulli—Jinri sudah hamil enam bulan.”

Kurasa aku bisa kena serangan jantung. Jinri sudah hamil enam bulan dan aku tidak tahu sama sekali! Aku teringat permintaan Okaasan itu.

“Ya, baguslah. Okaasan meminta kami semua—kita semua, maksudku—untuk segera memberinya cucu. Aku malas sekali.”

Taemin tertawa. “Kajja, kutemani ke Su—Jinri.”

Jinri sedang mengenakan pakaian serbahitam dengan aksesoris-aksesoris putih. Rambutnya yang panjang digerai indah dan dihiasi bando manik-manik bulat (sulit sekali menyebut kata mutiara).

“Jinri-chan! Kenapa kau tidak bilang kalau kau sudah hamil enam bulan, heh???”

Jinri tampak kaget. “Bukannya aku sudah bilang ratusan kali dan Oneechan hanya bilang ‘ya, ya’?”

Oh, astaga. “Kukira apa…”

“Tiffany Nuna juga sudah hamil, kan?” tanya Taemin.

“HEH???”

Jinri menutup telinganya. “Baru-baru ini juga aku dapat kabarnya, Oneechan. Ternyata dia sudah hamil tiga bulan namun baru menyadarinya setelah check-up.”

Eomeo. Mau menangis rasanya. “Chae Rin dan Yuri?”

“Chae Rin sudah punya Chae Yeon dan Yuri sudah punya Minsoo.”

Oh my goodness.

“Ja-jadi aku yang ketinggalan, ya?”

“Ketinggalan apa?” tanya Kyu Hyun yang sudah ada di belakangku.

Aku menoleh. “Fany sudah hamil tiga bulan, Chae Rin punya anak perempuan bernama Chae Yeon, Yul punya anak laki-laki bernama Minsoo dan Jinri kini hamil enam bulan.”

Kyu Hyun malah tertawa. “Dulunya tidak mau, sekarang, sewaktu sudah tertinggal, kau malah mau membalap semuanya.”

Sialnya, dia benar juga. Gara-gara kata-kata Okaasan pernikahanku jadi mundur setahun. Tapi semoga yang dikatakan semuanya itu benar, kalau menjaga anak kecil itu menyenangkan.

“Jadinya mau beli berapa novel?” tanya Kyu Hyun.

“Dua,” balasku murung, padahal aku mau membeli lima. “Kajja, Kyu. Sampai ketemu lagi, Jinri, Taemin. Dua hari lagi ada kegiatan?”

Keduanya menggeleng.

“Kalau begitu kita sekeluarga harus kumpul-kumpul.”

“Di mana?” tanya Taemin.

“Kafe seberang jalan,” jelasku sambil menggandeng Kyu. “Jangan lupa, ya.”

“Oke.” Taemin mengangguk.

Next Chapter

Title: Aishiteru… Chapter 2

Sequel of Dark Side of My School

 

Sub-title: Cafe Break (Soo Young’s Diary)

 

Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra

 

Main Cast:

-Cho Kyu Hyun

-Choi Soo Young

-Han Jung Sik (OC)

-Kim/Han Yeji (OC)

 

Other Cast/Cameo:

-Han Yera

-Choi Siwon & Mi Young (Tiffany)

-Choi Seung Hyun & Chae Rin (CL)

-Choi Minho & Kwon Yuri

-Choi/Lee Jinri & Lee Taemin

 

Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life

 

Length: Chapter

About jungjihyun75

Orang yang waktu luangnya kalo nggak bikin cerita ya internetan ^^ Angka favorit: 75
This entry was posted in Chapter and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

6 Responses to Aishiteru… Chapter 1

  1. Lanjuuut aku suka ceritanya daebakk

  2. lucky_D says:

    kekeke soo onnie ketinggalan dg yg lain next part dtnggu chingu mg kyuyoung bs menyusul mereka klo bs kembar malah

  3. meirossa says:

    Suka bnget ama epep nya…
    Soo lucu nihh..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s