Title: Aishiteru… Chapter 2
Sequel of Dark Side of My School
Sub-title: Cafe Break (Soo Young’s Diary)
Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra
Main Cast:
-Cho Kyu Hyun
-Choi Soo Young
-Han Hyun Sik (OC)
-Kim/Han Yeji (OC)
Other Cast/Cameo:
-Han Yera
-Choi Siwon & Mi Young (Tiffany)
-Choi Seung Hyun & Chae Rin (CL)
-Choi Minho & Kwon Yuri
-Choi/Lee Jinri & Lee Taemin
Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life
Length: Chapter
***
Diari Choi Soo Young (Suyon)
Tanggal X Bulan X Tahun X
Aku sangat gemas begitu melihat Yera. Dia ternyata sangat imut! Dia juga seorang yang penurut. Dalam sekejap, banyak yang suka padanya. Termasuk aku.
“Yera sekolah di mana?” tanyaku.
“Seoul International Kindergarten School,” jawabnya polos.
Tuh, kan. Dia imut sekali. Pipinya chubby, matanya bulat, bibirnya sangat manis kalau tersenyum. Coba kalau aku bisa punya anak sepertinya. (Aku sepertinya sudah gila karena mulai tobat dari prinsipku, “Lebih baik dua ratus hari melajang daripada dua hari bersama seorang anak kecil.”)
Aku menyesap kopiku. Tokyo sedang mendung sehingga hawa di sini menjadi sangat dingin. Oh iya, ini kan sedang musim gugur. Tidak lama lagi berarti akan musim dingin atau salju. Yes. Aku tidak sabar perang bola salju bersama Kyu Hyun.
“Soo Young, Minho dan Yuri baru tiba kemarin,” jelas Kyu Hyun.
Dasar. Kalau dia memanggilku troublemaker kubalas dia dengan panggilan namja-telatan.
Kalau kalian mau tahu, Minho sudah terlambat datang ke sekolah sebanyak dua puluh kali. Itu masih sewaktu dia kelas satu SD. Setelah itu semakin sering ia terlambat.
Dia sangat beruntung bisa mendapatkan Kwon Yuri yang secantik itu.
“Seperti biasa, ya?” tanyaku.
Kyu mengangguk. “Mau unjuk gigi?”
“Unjuk gigi dengan apa?”
“Pokoknya dengan ke-evil-an kita,” cengir Kyu.
“Astaga, jadi belum bertobat, Kyu?” tanya Hyun Sik.
“Belum, hehehe.”
“Soo Young juga kaucemari, begitu?” sindirnya, maksudnya pasti bercanda.
“Bukan, ini memang aku yang sebenarnya,” jelasku sambil tersenyum sok manis.
Ternyata Hyun Sik dan Yeji merupakan orang yang sangat hangat diajak bicara. Dan Yera—walaupun masih TK—ternyata sudah sangat mandiri dan penurut. Dia tinggal di dorm sekolahnya bersama teman-temannya. Sesekali ia menghubungi rumah—minimal seminggu dua kali. Ia bahkan sudah dibekali dengan handphone. LG.
Aku ingat, pertama kali aku boleh memegang handphone adalah semasa SMP. Ini semua karena Appa yang menganggap aku bakalan membuang handphone ke kolam ikan atau mungkin melemparnya sembarangan bak bola basket. Sewaktu SMP pun Okaasan yang membelikanku. iPhone terbaru. Aku langsung kegirangan dan berterima kasih ratusan kali padanya. Aku jadi makin baik dengan Okaasan.
Dan Kyu Hyun, sepertinya ia sudah dibelikan handphone sejak kelas satu SD. Bukan yang spesial-spesial amat, katanya, hanya handphone murahan tanpa merk. Juga bukan Qwerty. Setahun kemudian keyboard-nya harus diganti karena sudah penyok semua.
Kemudian Yeji bercerita soal Yera yang pernah menang lomba balet di sekolahnya, juara satu. Aku berpendapat kalau itu turun dari ibunya, dan ia langsung merendah hati dan berkata bahwa ia tidak berjasa apa-apa padanya. Kalau aku pasti sudah membusungkan dadaku dan mengumumkan pada seluruh dunia soal ini.
Kemudian Kyu Hyun dan Hyun Sik bercerita pada kami berdua perihal masa lalu mereka. Kyu Hyun tidak pernah usil terhadap Hyun Sik yang akhirnya menjadi sahabatnya. Hyun Sik berkata, kalau Kyu sebetulnya baik. Hanya saja, Kyu kurang perhatian (kuper) dari kedua orangtuanya. Kyu Hyun hanya mengiyakan.
Hyun Sik curhat bahwa cita-cita sebenarnya adalah arsitek, namun karena membenci fisika, matematika, dan lainnya, ia mengurungkan cita-cita itu. Akhirnya ia pun menjadi wedding organizer karena ibunya sering mengajarinya dan saudara-saudaranya—mereka tiga bersaudara, semuanya laki-laki—menjahit, mengukur baju, dan serba-serbi fashion. Ia juga sering dileskan desain grafis—yang membuatnya bisa mendesain undangan. Sementara ayahnya dulu pengusaha katering hingga ia juga bisa mengurus bagian makanan. Saudaranya yang lebih tua menjadi komikus—yang memang bakatnya—di Korea. Komik Korea itu manhwa kalau tidak salah. Sementara yang satunya, yang lebih muda darinya, menjadi koki di hotel bintang lima di London. Aku terkadang ingin mengunjungi kota itu.
Kutanyai apa cita-cita Yera, dan ia menjawab ia ingin jadi balerina seperti ibunya. Namun ia juga mau menjadi penulis. Yeji bercerita kalau Yera punya segudang kumcer atau kumpulan cerpen yang ingin diterbitkannya. Kyu Hyun langsung mengajukan diri. Ia bilang bisa memasukkannya ke majalah bulanan, dan Yera bisa mendapat honornya. Yera dengan bijaknya berkata kalau ia tidak perlu honor—betapa cerdasnya seorang anak empat tahun mengetahui arti kata honor—yang penting bisa menyalurkan bakatnya. Katanya, ia masih kecil untuk menerima honor apa-apa.
Astaga, kenapa seakan-akan aku menjadi orang paling tolol sedunia?
Kemudian Kyu Hyun dan aku asyik menceritakan kejadian ‘mati suri’ kami. Juga seaktu kami akting sebagai romeo dan juliet malam itu. Semuanya kadung menangis-nangis selama empat tahun, dan akhirnya kamipun kembali. Kami menceritakan bagaimana kami merasa keusilan kami ternyata begitu dirindukan banyak orang.
“Kalian memang sangat kompak,” puji Hyun Sik.
Kalau tidak kompak, kenapa orang-orang menjuluki kami evil couple, ya?
Kemudian aku menanyakan serba-serbi menjadi seorang okaasan pada Yeji. Iapun menceritakan semuanya dengan detail, plus dorongan agar aku dan Kyu segera mempunyai anak—sekaligus untuk memenuhi permintaan Okaasan. Hmm, tidak buruk, kan? Sekali dayung dua-tiga pulau terlampaui. Oke, keputusanku sudah bulat. Setelah menikah aku akan segera membuat Okaasan senang dengan kabar bahwa aku hamil.
Sekarang Kyu Hyun masih asyik main PSP—dia seorang namja yang tidak pernah tobat. Aku baru saja menghabiskan cup es krim kesembilanku, dan mungkin aku akan mengambil yang kesepuluh. Akan kuceritakan cafe break bersama keluargaku, oke.
Tanggal Θ Bulan Θ Tahun Θ
Oke, begini, pertama aku dan Kyu Hyun tiba pertama. Kemudian semuanya pun menyusul. Kami memesan pesanan masing-masing dan akhirnya mengobrol. Aku melempar mainan laba-laba ke tas Tiffany, dan ia hampir pingsan sewaktu membuka tasnya. Semua mata langsung tertuju padaku dengan pandangan menuduh. Akupun akting bersikap dramatis dengan mendumel, “Bukan aku yang salah!” dan Kyu Hyun pun membantu dengan menghampiriku dan menghiburku. So sweet. Akhirnya akupun kembali dengan mata sembab. Lebih sembap dari Tiffany yang menangis-nangis tadi.
Kyu Hyun menulis sesuatu di kertas dan menunjukkannya padaku.
Ternyata Tiffany takut serangga, ya?
Aku mengangguk. Kyu Hyun memang belum tahu kalau Fany takut serangga. Kamipun melanjutkan obrolan kami. Aku gemas juga melihat Chae Yeon—namanya mirip artis ya—dan Minsoo—mengingatkanku akan seseorang di Running Man. Akhirnya topik menuju pada pernikahanku dan Kyu Hyun yang kurang dari dua minggu lagi.
Kyu Hyun berkata, beberapa hari lagi, tepatnya seminggu sebelum acara pernikahan, semuanya sudah akan siap. Dia punya teman lama seorang wedding organizer yang sangat handal bernama Han Hyun Sik yang memberinya diskon sekian persen. Si sialan Minho berkata, “Bagaimana troublemaker seperti kalian bisa mendapatkan nasib yang begitu bagus?”
Aku meninjunya yang langsung kesakitan. Haha, rasakan. Tanpa memedulikannya lagi, akupun segera asyik tenggelam dalam obrolan bersama Seung Hyun. Aku memuji Chae Yeon yang sangat imut—serta menanyakan apa alasan mereka menamainya Chae Yeon. Ternyata Seung Hyun berpendapat kalau artis bernama Chae Yeon itu imut. Tuh kan, benar dugaanku. Kemudian aku bertanya pada Yuri yang tertawa begitu melihat Minho kesakitan—dia juga evil sepertiku, hanya saja lebih sering nampak alim, namun kami sekeluarga mengetahui ke-evil-annya—mengapa nama anaknya Minsoo. Yuri menjelaskan soal episode Running Man yang ada Minsoo-nya. Ternyata Yuri ngefans berat dengannya. Lagipula, tambahnya, mirip namanya dengan Minho. Mungkin aku juga harus memberi nama artis pada anakku nanti.
Hari serasa begitu cepat. Akhirnya kamipun harus berpisah. Ah, tak apalah. Aku akan bertemu lagi dengan mereka di pesta pernikahanku nanti.
Sekarang, aku sedang asyik makan sup hangat. Udara benar-benar dingin. Aku tidak mau ambil risiko jatuh sakit, jadi aku memakai jaket dobelan tiga. Ya sudah, aku mau nonton sesuatu dulu, ya. Konbawa.
***
Mianhae ya kalau kependekan >< kalo author liat sih udah 1000 kata lebih termasuk deskripsinya, hehehe
tunggu chapter berikutnya ya
Title: Aishiteru… Chapter 3
Sequel of Dark Side of My School
Sub-title: The Wedding
Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra
Main Cast:
-Cho Kyu Hyun
-Choi Soo Young
-Han Hyun Sik (OC)
-Kim/Han Yeji (OC)
Other Cast/Cameo: FIY (Find It Youself)
Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life
Length: Chapter
Part ini sebagian besar bakalan nyeritain pernikahannya KyuYoung. Tapi author kayaknya bakalan lama update-nya, soalnya liburan udah mau berakhir nih.
Tapi janji deh bakalan update secepatnya
.

part ini aku agak bingung. Terlalu nyeritain slain kyuyoung daripada kyuyoung sendiri. tp daebaka!
gomaweo pendapatnya ya chingu
Part 3 bakalan lebih banyak KyuYoungnya
Daebakk i like it
gomaweo chingu
#sorry baru bales ya
Daebak. Thor,,,
KyuYoung evil bnget..
Gmna nanti anaknya ??
^^ sayangnya author belum sampe kepikiran di situ
gomaweo komennnya