Minho Yuri (MinYul) Aishiteru… Side Story

Image

Title: Minho Yuri (MinYul) Aishiteru… Side Story

Author: Jung Ji-Hyun

Cast: Choi Minho, Kwon/Choi Yuri, Choi Minsoo

Other: FIY (Find It Yourself)

Genre: AU, Married Life, Family

Length: Oneshoot

***

Jam empat pagi KST, dan yeoja itu sudah bangun. Namanya adalah Kwon Yuri, atau sekarang lebih dikenal sebagai Choi Yuri.

Ia memotong-motong sayuran untuk sarapan.

“Sudah bangun lagi, Yeobo?” tanya suara seorang namja.

Itu Choi Minho, suaminya. Mereka menikah tiga tahun lalu.

“Ya, itu tugasku,” balas Yuri sambil tersenyum.

“Biar aku bantu,” ucap Minho sambil mengambil alih pisau.

Yuri merasa ada yang aneh dengan tubuhnya. “Minho, aku izin ke kamar mandi sebentar.”

“Ne,” balas Minho.

Lima belas menit Yuri belum kembali.

“Yul, kau sedang apa di dalam sana?” panggil Minho.

Tidak ada jawaban. Minho mulai cemas dan berjalan ke arah kamar mandi.

“Yuri?” panggilnya.

Yeoja itu menoleh. “Ah, Minho. Mianhae. Ayo kita kembali menyiapkan sarapan.”

“Hei, ada apa?” tanyanya.

“A-ani, aku hanya merasa agak mual. Bukan masalah besar,” jawab Yuri sambil berlalu.

Mereka sarapan sambil mengobrol.

Yuri tiba-tiba seperti mau muntah, namun tidak ada yang keluar dari mulutnya.

“Kita check-up nanti, ya,” kata Minho.

Yuri hanya bisa pasrah dan mengangguk.

***

“Chukhahae, Tuan Choi, istri ada hamil,” kata seorang dokter.

“Jinjja?” tanya Minho senang.

Dokter itu mengangguk.

Yuri tersenyum mendengar penjelasan itu.

***

Minho berangkat ke kantor perusahaan keluarganya cabang Korea Selata ditemani Yuri, seperti biasanya.

Yuri merasa agak pusing.

“Gwaenchanayo?” tanya Minho cemas.

Yuri tersenyum dan mengangguk. “Yang penting kita segera ke kantor.”

Yuri masuk ke ruangannya. Di dekat sebuah whiteboard ada foto USG bayinya yang kini sudah berusia delapan bulan lebih. Ia memerhatikan foto itu dengan saksama.

“Annyeonghaseyo, Nyonya Choi,” sapa seseorang.

Yuri menoleh. “Oh, annyeonghaseyo Nyonya Kim.”

“Bagaimana kabar anda hari ini?”

“Baik.” Yuri tersenyum. “Anda sendiri?”

“Seperti yang bisa anda lihat, baik juga.” Kim menoleh. “Oh ya, Nyonya Choi, jangan lupa ada konferensi pers minggu depan.”

“Aku tidak akan lupa, tenang saja.”

“Arasseo. Saya permisi dulu, Nyonya Choi.”

“Ne,” balas Yuri ramah.

Yuri mulai mendapatkan banyak telepon. Hari itu menjadi hari yang sangat melelahkan baginya.

“Wah, ternyata Nyonya Choi lebih rajin ketimbang Tuan Choi,” goda Minho begitu mendapati Yuri masih sibuk mencatat-catat sesuatu.

“Hampir selesai, Tuan Choi. Karena konferensi pers minggu depan aku jadi supersibuk.”

“Ah, benar. Konferensi pers. Kau bisa mendatanginya, kan? Atau mau aku gantikan?”

“Aku bisa datang, kok.”

“Ya sudah, mau kuajak makan jajangmyeon?”

“Tentu!” seru Yuri girang sambil menutup catatannya. “Akhirnya selesai juga.”

Minho terkekeh. “Kajja.”

***

“Ya! Nafsu makanmu jadi berlipat ganda,” canda Minho begitu melihat Yuri menghabiskan mangkuknya yang ketiga.

“Aigo. Bukannya aegi kita juga harus makan?” tukas Yuri jengkel.

Minho mengacak-acak rambut Yuri. “Masih mau lagi?”

“Kurasa sudah cukup.”

“Mau membeli koleksi lilin lagi?” tanya Minho.

“Lebih baik kita beli baju untuk aegi kita, kan?”

“Ah, ne. Kau benar.”

“Hmm, kudengar Soo Young akan menikah sebentar lagi, ya?”

Minho mengangguk. “Akhirnya troublemaker itu mau menikah. Pernikahan mereka tertunda setahun katanya.”

“Waeyo?”

“Katanya, Soo Young jadi lemas begitu mendengar okaasannya menyinggung-nyinggung soal cucu.”

Tawa Yuri pecah. “Eomeo. Ternyata yeoja satu itu benar-benar…”

“Masa kecilku memang pahit sekali dengan kehadirannya,” gerutu Minho.

“Bukannya kau yang lahir setelahnya?”

“Memang, tapi dia benar-benar menyebalkan. Dan yang lebih menyebalkan lagi, aku selalu kangen akan keusilannya sekarang. Kau ingat waktu dia muncul lagi? Kadang aku berharap ia benar-benar mati.”

Yuri tersenyum. “Geurae. Kajja. Kita cari baju untuk aegi kita.”

***

Konferensi pers berjalan dengan lancar. Yuri mengelap keringatnya. Di luar gedung ia langsung disambut oleh suaminya.

“Mulai dua minggu depan kau di rumah terus saja, ya,” kata Minho.

Yuri mengangguk. “Sekarang, apa kita mau makan siang?”

“Ne. Kau mau makan apa?”

“Bulgogi?” usul Yuri.

“Kajja.” Minho menggandeng tangan Yuri.

“Dengar-dengar Chae Rin baru saja melahirkan, ya?” tanya Yuri sewaktu di restoran.

Minho mengangguk, mengeluarkan ponselnya, dan menunjukkan sebuah gambar. “Choi Chae Yeon. Kini Tiffany dan Jinri juga tengah hamil.”

“Oh, astaga.” Yuri terkekeh. “Tinggal Soo Young berarti.”

“Dia akan segera menikah.” Minho tersenyum sambil memasukkan kembali ponselnya. “Namun entahlah apa dia mau menjadi seorang eomma atau tidak.”

“Entahlah.” Yuri mengangkat bahu. “Jujur, aku senang dengan orang sepertinya. Jarang menonjolkan kebaikannya secara langsung padahal hatinya sangat lembut.”

Minho tersedak. “Mwo?”

“Ayolah, dia Nuna yang baik, kan?”

Minho memasang ekspresi datar. “Harus diakui memang begitu.”

***

Aegi itu memasang aegyo yang imut.

“Eomeo, kecil-kecil sudah ber-aegyo,” gerutu Minho sambil menyentuh pipi chubby-nya.

Yuri tersenyum memperhatikan Minho dan Minsoo bermain bersama. Kini Minsoo sudah berusia tiga bulan. Ia memandang ke luar jendela kapal.

“Aku ingin tahu reaksi troublemaker itu begitu melihat Minsoo,” kata Minho.

Yuri menoleh. “Kudengar dia sempat histeris ya begitu mengetahui kalau hanya dia yang tertinggal?”

Minho mengangguk. “Troublemaker memang tidak pernah bisa ditebak.”

Yuri membelai rambut Minsoo, kemudian iapun mendapat kecupan hangat di bibirnya oleh Minho.

Yuri melingkarkan tangannya di bahu atau mungkin leher Minho dan Minho membalasnya dengan melingkarkan tangannya di pinggang Yuri.

Mereka pun melepaskan kecupan mereka.

“Saranghae, Yul.”

“Nado saranghae, Minho.”

About jungjihyun75

Orang yang waktu luangnya kalo nggak bikin cerita ya internetan ^^ Angka favorit: 75
This entry was posted in Side Story and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Minho Yuri (MinYul) Aishiteru… Side Story

  1. Hyun Won says:

    aku mau MinYul sendiri iia thor ^^
    tapi bukan married-life, bisa nggak?
    sama chapter ya, biar panjaaaanggg XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s