Aishiteru… Chapter 3

Image

Title: Aishiteru… Chapter 3

Sequel of Dark Side of My School

 

Sub-title: The Wedding

 

Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra

 

Main Cast:

-Cho Kyu Hyun

-Choi Soo Young

 

Other Cast/Cameo: FIY (Find It Youself)

 

Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life

 

Length: Chapter

 

***

Soo Young

 

Apapun, yang penting jangan balut aku dengan wedding dress lagi. Aku hanya memakainya untuk membuat Okaasan dan semuanya bahagia. Aku lebih suka memakai celana deh. Kalaupun dress paling tidak ada celana pendek di dalamnya.

Dan jujur, aku juga benci difoto. Tapi ini hanya demi membuat semuanya bahagia. Oke, aku benci segala sesuatu yang harus dilakukan untuk sebuah pernikahan. Tapi Kyu malah menikmatinya. Oke, Kyu Hyun kan bakalan pakai tuxedo keren yang membuatnya makin terlihat gentleman, tapi aku bakalan pakai dress putih berekor sangat panjang. Belum lagi buket bunganya—mawar merah! Lebih baik ungu deh—sepatunya (kenapa pernikahan harus pakai high heels?), penutup mukanya (pokoknya menutup mukaku sementara waktu), dan masih banyak lagi.

Aku juga bakalan ciuman dengan Kyu Hyun di hadapan semuanya. Ugh, aku lebih suka berduaan saja. Paling tidak jangan sebanyak ini dong. Argh.

Setelah selesai foto, melihat hasil undangan, mencoba baju, dan lainnya, akupun melompat-lompat girang sehingga disangka sudah gila sama Kyu Hyun.

Akupun menghajarnya habis-habisan, sebuah adegan yang jangan ditiru apalagi kalau ada anak kecil. Ya, ada Yera di sana. Dia sedang berkunjung. Sewaktu Yera bertanya kenapa kami bertengkar, aku hanya menjawab, “Kami sedang latihan pencak silat. Kyu Hyun Ajeossi mau mendapatkan sabuk hitam seperti Ajumma.” Untung Yeji dan Hyun Sik tidak marah, hanya tertawa habis-habisan.

“Kalian semua mau kutraktir?” tanya Kyu Hyun.

“Traktir apa?” tanyaku.

“Makan siang di restoran Korea.”

Aku rasa yang bisa kumakan hanyalah bulgogi di sana. Aku—jujur—lebih suka makanan Jepang, apapun. Kalau tidak Jepang, nomor dua Cina. Dan aku sangat tidak suka kimchi.

Di perjalanan

 

“Yeji-chan, berapa berat badanmu?” tanyaku penasaran.

“Empat puluh lima kalau tidak salah,” balasnya.

NANIKA??? Tingginya 175 cm dan beratnya hanya 45 kg! Aku 173 cm dengan berat 48 kg. Haruskah aku diet dengan ikut balet? Apa beratku ini masih kurang kurus?

“Aku saja empat puluh delapan,” aku mencibir diriku sendiri.

“Itu memang tidak selalu. Ada kok temanku yang lima puluh dengan tinggi seratus tujuh puluh centimeter.”

Wah. Pasti menarik. Setidaknya aku tidak terkesan rakus-rakus amat.

“Kau suka makanan Korea apa?” tanyaku.

“Kimchi,” jawabnya.

Kimchi! Aku benci sayuran. Jajangmyeon aku juga tidak suka. Lebih suka ramen, udon, dan misoa (aku pernah iseng mencobanya dan ketagihan.). Mungkin aku masih suka teokpoki, itupun karena pedas. Sisanya, aku benci makanan Korea. (Jangan ditiru ya, aku contoh teladan warganegara yang tidak cinta dengan budaya negaranya sendiri. Aku bahkan lebih suka kimono, jibao, dan semacamnya daripada hanbok.)

“Kita sampai,” jelas Kyu Hyun.

Oke, Soo Young, kau hanya perlu memakannya secepat mungkin dan berkata, “Aku sudah selesai. Aku mau cuci tangan dulu.” Kemudian cepat-cepat ke kamar mandi dan muntahkan semua makanan di wastafelnya, kemudian kabur ke rumah makan terdekat untuk membeli  apapun yang lebih nikmat dari makanan Korea.

Aku berhasil menjalankannya dengan cepat. Aku kembali lima belas menit setelah izin cuci tangan dan pura-pura rajin dengan berkata, “Gomen ne. Aku mengurus sesuatu dengan okaasanku.” Karena Okaasan memang sangat dekat denganku, maka tidak ada satupun yang curiga.

Kyu Hyun

 

Ini adalah hari paling bahagiaku sedunia. Aku resmi menjadi nampyeon Choi Soo Young yang kini menjadi Cho Soo Young. Appa dan eommaku senang karena akhirnya aku menikah dengan seseorang. Layaknya okaasan Soo, Eomma berpesan agar aku segera memberinya cucu (aku hanya cengar-cengir sewaktu mendengarnya).

Oke, tarik napas dan hembuskan, Kyu Hyun. Kau tidak boleh tegang pada hari pernikahanmu. Tapi tanganku tetap saja gemetaran.

“Tenang saja, Kyu,” kata Eomma menenangkanku. “Anggap saja seperti kencan dengan Soo Young atau melakukan ke-evil-anmu.”

Aku tersenyum. “Gomaweo, Eomma.” Eomma adalah salah satu dari hanya segelintir orang yang bisa tahan dengan keusilanku dan menganggapku begitu kreatif karena ada saja ide yang terlontar dari pikiranku. Aku tidak mau bilang kalau sebetulnya sebagian besar ide kami dari Soo Young—biasanya aku hanya melengkapi yang kurang atau menahan Soo Young jika idenya terlalu membahayakan dirinya.

Aku memantapkan langkahku ke mimbar. Kemudian aku menunggu Soo Young. Akhirnya iapun muncul dengan wajah yang tertutup kerudung. (Veil itu kerudung, kan?)

“Tuan Cho Kyu Hyun, apakah anda bersedia menemani Choi Soo Young dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan kalian berdua?”

Aku menghela napas dan menjawab mantap, “Ne. Aku bersedia.”

Kemudian ia menoleh pada Soo Young. “Nona Soo Young, apakah anda bersedia menemani Cho Kyu Hyun dalam suka maupun duka, sakit maupun sehat, sampai maut memisahkan kalian berdua?”

“Ne. Saya bersedia.”

Seharusnya saya, ya??? Kyu Hyun babo!!!

Aku hanya melanjutkan sesi berikutnya. Mendekatkan wajahku ke arah Soo Young, dan begitu juga Soo Young mendekatkan wajahnya ke arahku. Kemudian bibir kami bersentuhan selama beberapa detik.

“Aishiteru, Soo-chan,” ucapku.

“Aishiteru, Kyu-kun,” balasnya sambil tersenyum.

Semuanya langsung bersorak-sorai gembira. Sang MC pun mengumumkan bahwa sekaranglah saatnya untuk melakukan sebuah rutinitas yang sudah turun-temurun di mana-mana. Melempar buket bunga. Kabarnya yang mendapatkannya akan menjadi yang berikutnya.

Soo Young membelakangi semua tamu, kemudian melempar buket bunganya. Aku tersenyum, menebak-nebak siapakah yang akan mendapatkannya.

Tiga …

Dua …

Satu …

Tae Yeon ternyata. Ia dan Leeteuk pun saling berpandangan. Mereka memang sedang bertunangan dan sepertinya memang bakalan menyusul kami.

“Lemparan yang tepat, Soo,” pujiku.

“Nugu?” tanyanya.

“Tae Yeon.”

“Astaga, sepertinya bidikanku benar.”

“Ya! Jadi kau membidiknya?”

Soo Young hanya menyengir jahil. “Seperti itu kan hidup? Kita harus punya tujuan.”

Aku suka dengan kata-kata sok bijaknya. “Kajja, kita turun.”

Aku membantunya menuruni tangga dari mimbar. Ia mengangkat rok bagian depannya sementara Yeji membantu memegangi ekor roknya.

“Annyeong, kalian berdua,” sapa Yuri sambil menggendong Minsoo. Di sebelahnya ada Minho. “Chukhahaeyo.”

“Annyeong,” balas Soo Young. “Gomaweo, Kwo—Choi Yul.”

“Annyeong, Minsoo,” sapaku.

“Annyeong, Ajeossi,” balas Minho sambil menirukan suara anak kecil.

“Jadi, katakanlah, kapan kalian akan menyusul kami?” tanya Yuri.

“Kurasa dalam bulan ini,” kataku jahil.

Soo Young langsung mencubit lenganku.

“Mwo? Apa salahku?” tanyaku polos.

“Ani, hanya iseng saja. Aku suka melihat kepolosanmu.”

Yeoja ini memang tidak bisa ditebak.

“Ah ne, di mana Jinri?” tanya Soo Young.

“Jinri? Dia sedang bersama Taemin di meja makan,” jelas Minho.

“Aku ingin bertemu dengannya,” kata Soo Young, lalu menoleh padaku. “Kau mau ikut, Kyu?”

“Tentu saja,” balasku. “Aku ingin ngobrol dengan Taem.”

Alasan sebenarnya: Aku tidak mau Eomma berpikir aku suami yang jahat yang tidak mau menemani istrinya jalan-jalan. Hei, memangnya aku harus selalu menempel pada Soo Young seperti permen karet pada sol sepatu, ya?

“Annyeong!” sapa Soo Young.

“Annyeong, Oneechan,” balas Jinri sambil tersenyum. Wajahnya agak pucat.

“Jinri-chan, sakit ya?” tanyaku.

“Kau benar, Jinri memang agak pucat,” timpal Soo Young.

“Ani, aku hanya kecapekan,” balas Jinri.

“Ya, salahku meninggalkannya bekerja di kantor sepanjang hari memang.” Taemin tersenyum kecut.

Seharusnya Eomma melihat Taemin, dengan begitu aku masih tampak sebagai pasangan yang baik untuk Soo Young di matanya.

“Heh? Masih bekerja?” tanya Soo Young heran.

“Yuri bahkan masih di kantor walaupun sudah hamil sembilan bulan, Soo,” kataku mengingatkan. “Dan kudengar Yeji masih menari bahkan sampai sembilan bulan juga.”

Soo Young menelan ludah. “Memangnya tidak apa-apa?”

“Setidaknya lebih baik dari terus-menerus menendangiku, kan?” sindirku.

Aku langsung mendapat tendangan dari Soo Young. Mana sepatunya high-heels lagi. Ujungnya begitu lancip.

“Ne,” jawabku, sebelum Soo sempat membuka mulut. “Dalam bulan ini. Berarti Soo Young tidak akan menggangguku selama sembilan bulan sepuluh hari. Yeah!”

“Aku bahkan masih sanggup menghajarmu nantinya,” ancam Soo Young sambil menyikut dadaku.

Sepertinya walaupun ia baru saja diterjang tsunami, ia masih kuat menghajarku. Benar-benar yeoja superganas. Aku sangat kasihan pada anak kami nantinya. Aku tidak tahu bagaimana nanti nasibnya begitu mendapatkan eomma seganas Soo.

Aishiteru…

 

Soo Young meng-hair dryer rambutnya. Ia lega bisa lepas dari baju pengantin itu. Aku hanya bisa tertawa melihatnya. Iseng-iseng kulingkarkan tanganku di sekeliling pinggangnya dari belakang. Ia meletakkan hair dryer-nya.

“Sekarang, Kyu?” tanyanya.

“Kapanpun aku siap, Yeobo.”

Soo Young menghembuskan napas panjang. “Geurae.”

Aku pun menggendongnya ke ranjang, mengecup bibirnya dan membelai rambutnya. Adegan selanjutnya pun menjadi malam pertama yang tak terlupakan.

TBC

 

Title: Aishiteru… Chapter 4

Sequel of Dark Side of My School

 

Sub-title: Hello Babies!

 

Author: Jung Ji-Hyun & Yoo Hye Ra

 

Cast:

KyuYoung couple (CHO Kyu Hyun & CHOI Soo Young), etc

 

Genre: AU, Romance, Friendship, Family, Married Life

 

Length: Chapter

***

Annyeong readers :D

Karena liburan udah mau berakhir, jadinya aku ngebut yang chapter 3 ini ^^

mianhae ya kalo kalian jadi kecewa sama part ini

Part 4 bakalan cerita soal anak-anak mereka (kebanyakan) plus gimana Soo Young tambah depresi waktu memikirkan gimana nanti ia merawat aeginya (hehehe). Kalo nggak update-update berarti lagi hiatus authornya, hehe :D . Kalo ada request FF bisa komen kayak Hyun Won atau e-mail ke jungjihyun75@yahoo.com ya. Kritik n sarannya please ^^

About jungjihyun75

Orang yang waktu luangnya kalo nggak bikin cerita ya internetan ^^ Angka favorit: 75
This entry was posted in Chapter and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

16 Responses to Aishiteru… Chapter 3

  1. Queensella Daragon Shipper says:

    Hmm aku nggak ditulis ya? ^o^ gppa deh…
    Daragon, yg married life tpi happy ending (ya, terserah deh gimana yg namanya takdir membawa mereka) chapter kalo perlu, tpi klo chapter mungkin terlalu gimana gitu ya (?) gapapa deh oneshoot, ficlet, ato drabble :D yg penting married life nggak usah sampe family thor -,- kayak Soo di cerita Aishiteru… Aku juga gak suka anak kecil kekeke~ terserah authornya mau ngemasnya kayak apa :) yg penting DARAgon {}

  2. hduh,,cpet bgt alurnya thor,,,aaaaaaaaaaaaaaaaa

    kok yg first night gk d buat,,wkwkwkwk#readeryadong

  3. Horeeeee akhirnya kyuyoung menikah. Gak sabar pengen baca part 4 nya. Lanjuuut ya.

  4. sri says:

    next partnya palli, thor. Jngan hiatus sblum publish #ngancem. Daebak!! req ff?? tentu. Pkoknya ff Kyuyoung yg romance, happy ending & marriage life too. kalo bisa ttg khidupan keartisan mereka with Sm Entertainment.

  5. sri says:

    next partnya palli, thor. Jngan hiatus sblum publish! #ngancem. Daebak!! req ff?? tentu. Pkoknya ff Kyuyoung yg romance, happy ending & marriage life too. kalo bisa ttg khidupan keartisan mereka with Sm Entertainment.

  6. meirossa says:

    Like it thor !!
    Next,, penasarannnn..

  7. july says:

    aku suka ffnya!
    Simple tapi awesome!
    Wlau alurnya kecepetan,
    tpi aku suka! :^)

    next part ditunggu ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Connecting to %s